INFINITNEWS.ID - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat volume angkutan barang mencapai 12,7 juta ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut ditopang peningkatan volume angkutan secara bertahap sepanjang tahun.
Pada Januari 2026, volume angkutan KAI Logistik tercatat sekitar 1,1 juta ton. Angka tersebut kemudian meningkat hingga mencapai 2,07 juta ton pada Agustus 2026, sekaligus menjadi volume angkutan bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: 2 HP Penumpang di KRL Terbakar di Stasiun Rawa Buntu, Begini Kronologinya
VP of Corporate Secretary KAI Logistik Dwi Wulandari mengatakan capaian hingga Agustus menjadi momentum bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat bisnis.
“Kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas angkutan barang KAI Logistik tetap memiliki ruang pertumbuhan,” ujar Dwi di Jakarta, Kamis (17/9).
Menurut dia, pertumbuhan tidak hanya dilihat dari peningkatan volume, tetapi juga dari komposisi bisnis. Perusahaan terus memperkuat sejumlah segmen, antara lain angkutan peti kemas, layanan kurir, dan komoditas nonkontainer.
Angkutan batu bara masih menjadi kontributor terbesar. Hingga Agustus 2026, volumenya mencapai 8,2 juta ton atau sekitar 64 persen dari total angkutan KAI Logistik.
Aktivitas bongkar muat batu bara melalui kereta api juga meningkat. Pada Januari, volumenya sekitar 590.000 ton dan naik menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada Agustus.
Di sisi lain, KAI Logistik memperkuat diversifikasi melalui layanan KALOG Plus, terutama untuk angkutan peti kemas. Segmen ini mencatat volume sekitar 2 juta ton atau 16 persen dari total angkutan hingga Agustus.
Diversifikasi juga dilakukan melalui KALOG Express. Layanan pengiriman barang ritel tersebut mencatat volume 54.645 ton sepanjang Januari-Agustus 2026. Volume bulanan tertinggi terjadi pada Agustus, yakni 8.369 ton.
Sementara itu, segmen angkutan nonkontainer yang mencakup semen, limbah B3, dan CPO mencatat volume sekitar 332.000 ton.
Memasuki akhir tahun, KAI Logistik akan memperkuat kapasitas dan kualitas layanan, memperluas kerja sama dengan pelanggan strategis, serta mengoptimalkan jaringan dan konektivitas angkutan berbasis kereta api.
“Kami akan menjaga momentum ini dengan tetap berfokus pada kebutuhan pelanggan, keandalan operasional, serta pengembangan layanan yang memberikan nilai tambah,” kata Dwi.