INFINITNEWS.ID - PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan aksi korporasi jumbo senilai sekitar Rp 16,9 triliun. Dana tersebut disiapkan untuk mendukung rencana pengambilalihan 100 persen saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI).
ULTJ akan menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham baru melalui rights issue dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham.
Baca Juga: Berlibur ke Jakarta? Ini 5 Pilihan Oleh-Oleh Menarik yang Bisa Dibawa Pulang untuk Keluarga
Dari hasil aksi tersebut, sekitar 86,01 persen dana setelah biaya akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham FFI dengan nilai transaksi sekitar Rp 14,6 triliun.
Akuisisi tidak dilakukan dengan pembayaran tunai langsung. ULTJ menggunakan skema inbreng atau penyetoran saham.
Dalam skema itu, hak untuk mengambil saham baru ULTJ dialihkan kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.
Ketiga pemegang saham tersebut kemudian menyetorkan saham FFI yang mereka miliki kepada ULTJ. Setelah transaksi rampung, seluruh saham FFI akan berada di bawah ULTJ.
Aksi ini juga membuat struktur pemegang saham ULTJ berubah. FrieslandCampina diproyeksikan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95 persen-30,81 persen.
Setelah menjadi pengendali, FrieslandCampina akan melakukan penawaran tender wajib kepada pemegang saham minoritas sesuai aturan pasar modal.
Keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawira Widjaja juga tetap direncanakan sebagai Presiden Direktur.
Manajemen ULTJ menyebut akuisisi FFI diharapkan memperluas portofolio produk, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat distribusi dan operasional. Produk kedua perusahaan dinilai memiliki portofolio yang saling melengkapi.
Namun, aksi korporasi tersebut juga berdampak bagi pemegang saham publik. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue akan menghadapi risiko dilusi. Berdasarkan rencana perseroan, potensi dilusi mencapai sekitar 43,11 persen.
Rencana transaksi belum final. ULTJ masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.
Artikel Terkait
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen di Revisi UU Pemilu
Prabowo Klaim Tutup 328 BUMN, Bidik Penghematan Rp 100 Triliun
AI Makin Canggih, Manusia Makin Terancam: Apa yang Terjadi Jika Teknologi Lepas Kendali?
KAI Logistik Angkut 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026
Melalui Karsa City Lab, Anies Gandeng Google Kembangkan 9 Kota di Indonesia