• Selasa, 22 September 2026

AS Tolak Visa Presiden Palestina Jelang Sidang Umum PBB di New York

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Kamis, 17 September 2026 | 09:35 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (UN News)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (UN News)

INFINITNEWS.ID - Amerika Serikat (AS) kembali menolak memberikan visa masuk kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjelang pelaksanaan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan depan.

Keputusan tersebut menjadi tahun kedua berturut-turut Abbas tidak dapat menghadiri langsung pertemuan tahunan para pemimpin dunia di markas PBB, New York.

Baca Juga: Bukan Lagi AI vs Manusia, tapi AI Lab vs AI Lab: Siapa yang Menentukan Batas Kecepatan Teknologi?

Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (16/9) mengumumkan akan memperpanjang pembatasan visa terhadap anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan pejabat Otoritas Palestina (PA).

Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengonfirmasi kepada AFP bahwa kebijakan itu mencakup Abbas.

Washington tidak secara khusus menyebut Abbas dalam pernyataannya. Namun, AS menyatakan pembatasan diberlakukan karena PLO dan PA dinilai gagal memenuhi komitmen reformasi serta melakukan sejumlah tindakan yang disebut dapat menghambat prospek perdamaian.

AS juga menuduh PLO dan PA berupaya membawa konflik Israel-Palestina ke lembaga internasional, termasuk melalui Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mahkamah Internasional (ICJ).

Washington juga mempersoalkan upaya Palestina memperoleh pengakuan sebagai negara secara sepihak.

“Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka untuk melakukan reformasi, bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat, dan aktivitas mereka yang terus merusak prospek perdamaian, Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak pemberian visa kepada anggota PLO dan pejabat PA,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Baca Juga: Pramono Umumkan Tarif Khusus LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai, Segini Besarannya

Washington juga menuduh PLO dan PA mendukung terorisme serta memberikan tunjangan kepada pihak yang disebutnya sebagai teroris.

Tuduhan tersebut merupakan alasan yang disampaikan pemerintah AS untuk mempertahankan pembatasan visa.

Keputusan serupa telah diterapkan AS menjelang Sidang Umum PBB tahun lalu. Saat itu, Abbas tidak dapat hadir langsung di New York dan menyampaikan pidatonya melalui video setelah Majelis Umum PBB mengizinkannya berpartisipasi secara daring.

Untuk tahun ini, Sidang Umum PBB akan kembali berlangsung di New York dengan pertemuan tingkat tinggi dimulai pekan depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini