INFINITNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, harus gratis. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas kebijakan pendidikan gratis. Ia menegaskan bahwa biaya pendidikan negeri dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus dapat digratiskan.
Menanggapi pernyataan tersebut, Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D. menilai gagasan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri merupakan agenda besar yang perlu segera diterjemahkan menjadi kebijakan konkret oleh pemerintah.
Baca Juga: PKS Ingatkan Prabowo soal Reshuffle: Jangan Ada Lagi Menteri Terseret Korupsi
Menurut Didik, pernyataan Presiden tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan karena sebagian fondasinya telah dibangun sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), khususnya melalui kebijakan wajib belajar 12 tahun.
“Bukan hal yang mustahil menjalankan pendidikan gratis karena lebih separuhnya sudah selesai dijalankan oleh SBY 20 tahun yang lalu,” kata Didik di Jakarta, Senin (21/9)
Ia menjelaskan, kebijakan wajib belajar 12 tahun pada masa tersebut telah didukung melalui pembiayaan operasional sekolah yang diberikan pemerintah, termasuk kepada sejumlah sekolah swasta. Menurutnya, model pembiayaan tersebut memungkinkan pemerintah dan masyarakat berbagi peran dalam penyelenggaraan pendidikan.
Didik menilai, langkah berikutnya yang dapat dilakukan pemerintah adalah memperluas cakupan pendidikan gratis hingga tingkat sekolah menengah atas atau menjadikannya sebagai wajib belajar 15 tahun.
“Sekarang Presiden Prabowo tinggal melanjutkan untuk wajib belajar 15 tahun, yakni pendidikan gratis untuk sekolah menegah atas negeri,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah pemerintah daerah telah lebih dahulu menjalankan berbagai bentuk kebijakan pendidikan gratis hingga jenjang SMA. Menurut Didik, dukungan pemerintah pusat terhadap inisiatif daerah dapat memperkuat pelaksanaan pendidikan gratis pada jenjang pendidikan menengah.
“Jadi, gerakan baru Prabowo untuk pendikan gratis sampai SMA sudah mutlak dijalankan dan menteri Abdul Mu’ti (yang hadir bersama saya dalam pidato tersebut) harus mendeklarasikan wajib belajar 15 tahun,” kata Didik.
Pendidikan Tinggi Menjadi Tantangan Berikutnya
Menurut Didik, tantangan yang lebih besar berada pada jenjang pendidikan tinggi, khususnya bagaimana merancang pembiayaan perguruan tinggi negeri agar akses pendidikan tidak terhambat oleh kemampuan ekonomi calon mahasiswa.
Ia menyoroti kebijakan jalur mandiri pada PTN yang menurutnya berkembang seiring dengan dorongan agar perguruan tinggi mencari sumber pembiayaan sendiri. Dalam pandangannya, kewenangan yang luas dalam penerimaan mahasiswa dan pembiayaan perlu diikuti dengan pengawasan yang kuat agar tidak membuka ruang penyalahgunaan.
Artikel Terkait
AI Makin Canggih, Manusia Makin Terancam: Apa yang Terjadi Jika Teknologi Lepas Kendali?
KAI Logistik Angkut 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026
Melalui Karsa City Lab, Anies Gandeng Google Kembangkan 9 Kota di Indonesia
94 Korban Gempa Bumi NTT Meninggal Dunia di Pengungsian
Operasi SAR Resmi Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda