INFINITNEWS.ID - Operasi SAR mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR belum menemukan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Kapal Arupadhatu 1 hilang kontak sejak Senin (7/9). Pencarian dilakukan hingga Kamis (17/9) dengan melibatkan tim SAR dari sejumlah wilayah.
Baca Juga: 94 Korban Gempa Bumi NTT Meninggal Dunia di Pengungsian
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan operasi dihentikan setelah tim melakukan evaluasi. Selain sudah melewati masa pencarian awal tujuh hari, pencarian juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal.
“Dari semua yang kita evaluasi, di awal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed,” kata Al Amrad, Kamis.
Pencarian melibatkan Basarnas Banten, Kantor SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu. Tim menyisir sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk pulau-pulau di kawasan tersebut.
Namun, hingga operasi ditutup, kapal cepat Arupadhatu 1 dan delapan penumpangnya belum ditemukan.
Polda Bengkulu juga ikut mengidentifikasi temuan jenazah di Pulau Enggano. Akan tetapi, hasil uji DNA terhadap jenazah tersebut hingga kini belum diketahui.
“Dari kami sendiri juga Basarnas Banten, kantor SAR Lampung dan kantor SAR Bengkulu (juga terlibat),” ujar Al Amrad.
Baca Juga: KAI Logistik Angkut 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026
Meski operasi resmi dihentikan, pencarian dapat dibuka kembali apabila muncul informasi atau temuan baru mengenai Arupadhatu 1 dan penumpangnya.
Basarnas juga akan terus menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda. Nelayan dan masyarakat diminta melapor jika menemukan material yang diduga berkaitan dengan kapal tersebut.
“Kami juga sudah menyampaikan e-broadcast, ke seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Termasuk pencarian ke pulau-pulau tersebut (sekitar Selat Sunda). Kami akan memperkuat lagi dengan e-broadcast, jika ada informasi atau temuan, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Al Amrad.
Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat atau langsung kepada Basarnas Banten.
Artikel Terkait
Bukan Lagi AI vs Manusia, tapi AI Lab vs AI Lab: Siapa yang Menentukan Batas Kecepatan Teknologi?
Momen Seskab Teddy Usir Direktur Jakpro dan LRT dari Gerbong saat Peresmian LRT Jakarta
IM57+ Dorong KPK Jerat Korporasi dalam Kasus Suap HGB Bogor
PSI Dorong Pembahasan Parliamentary Threshold 5 Persen Secara Transparan, Tak Hanya Kesepakatan Elite
AS Tolak Visa Presiden Palestina Jelang Sidang Umum PBB di New York