Mulai dengan menghitung jumlah dana yang tersedia untuk kebutuhan makan dalam satu bulan. Setelah itu, bagi berdasarkan jumlah hari atau frekuensi makan yang kamu perlukan.
Misalnya, kamu menyiapkan Rp 1.500.000 untuk makan selama 30 hari. Secara sederhana, rata-rata anggaran yang tersedia adalah Rp 50.000 per hari.
Angka tersebut dapat menjadi batas awal. Jika suatu hari pengeluaran lebih rendah, selisihnya dapat disimpan untuk kebutuhan lain.
2. Catat Pengeluaran Setiap Hari
Catat setiap pengeluaran yang berkaitan dengan makanan dan minuman, termasuk kopi atau camilan.
Dari catatan tersebut, kamu dapat membandingkan pengeluaran dengan anggaran yang sudah ditentukan.
3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Tidak semua pengeluaran makanan memiliki prioritas yang sama. Makan utama merupakan kebutuhan, sedangkan kopi, camilan, atau pesan makanan tertentu bisa menjadi pengeluaran tambahan.
Bukan berarti pengeluaran tambahan harus selalu dihilangkan. Kamu dapat memasukkannya ke dalam anggaran agar tetap bisa menikmati makanan atau minuman yang disukai tanpa mengabaikan kebutuhan lainnya.
4. Manfaatkan Bekal atau Masak Sendiri
Membawa bekal atau memasak sendiri dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatur pengeluaran makan. Namun, tetap perhitungkan biaya bahan makanan, gas, dan kebutuhan lain agar dapat dibandingkan dengan biaya membeli makanan.
Pilih cara yang paling sesuai dengan rutinitas dan anggaranmu.
5. Sisihkan Selisih untuk Menabung
Jika pengeluaran makan hari itu lebih rendah dari anggaran, selisihnya dapat langsung disisihkan.