Bagi Bitcoin, hasil FOMC berpotensi menjadi katalis penting untuk menentukan apakah momentum golden cross dapat berlanjut atau justru tertahan lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi menjaga tekanan terhadap aset berisiko, sedangkan nada yang lebih moderat dapat membuka ruang bagi pemulihan.
Menurut Yudho, kemampuan Bitcoin untuk kembali merebut area US$79.000–US$80.000 akan menjadi salah satu indikator awal pemulihan. Jika momentum semakin kuat, area di atas US$80.000 dapat kembali diuji. Sebaliknya, tekanan makro yang meningkat dapat membuat Bitcoin tetap berada dalam fase konsolidasi.
“Beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting. Bitcoin sudah memiliki sinyal teknikal positif dari golden cross, tetapi konfirmasi sesungguhnya akan terlihat setelah pasar mengetahui arah kebijakan The Fed. Jika Bitcoin mampu bertahan dan permintaan institusional tetap kuat, peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka,” tutupnya.
Prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Golden cross menjadi sinyal positif dari sisi teknikal, tetapi arah suku bunga, likuiditas global, serta keberlanjutan arus dana institusional akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan Bitcoin selanjutnya.