Bagi Bitcoin, hasil FOMC berpotensi menjadi katalis penting untuk menentukan apakah momentum golden cross dapat berlanjut atau justru tertahan lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi menjaga tekanan terhadap aset berisiko, sedangkan nada yang lebih moderat dapat membuka ruang bagi pemulihan.
Menurut Yudho, kemampuan Bitcoin untuk kembali merebut area US$79.000–US$80.000 akan menjadi salah satu indikator awal pemulihan. Jika momentum semakin kuat, area di atas US$80.000 dapat kembali diuji. Sebaliknya, tekanan makro yang meningkat dapat membuat Bitcoin tetap berada dalam fase konsolidasi.
“Beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting. Bitcoin sudah memiliki sinyal teknikal positif dari golden cross, tetapi konfirmasi sesungguhnya akan terlihat setelah pasar mengetahui arah kebijakan The Fed. Jika Bitcoin mampu bertahan dan permintaan institusional tetap kuat, peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka,” tutupnya.
Prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Golden cross menjadi sinyal positif dari sisi teknikal, tetapi arah suku bunga, likuiditas global, serta keberlanjutan arus dana institusional akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan Bitcoin selanjutnya.
Artikel Terkait
Samsung dan Apple Berebut Pasar Foldable: Siapa yang Diuntungkan dari Migrasi Pengguna iPhone?
Kemendagri Bentuk Tim Khusus Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Target 8 Persen
Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan Literasi AI agar Tak Mudah Terjebak Hoaks
LRT Jakarta Fase 1B Kelapa Gading-Manggarai Mulai Uji Coba, Operasional Penuh Masih Tunggu Evaluasi
Dave Laksono: Jangan Sampai Bela Negara Jadi Dalih Perluasan Peran Militer ke Ruang Sipil