• Selasa, 22 September 2026

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat, Azan Subuh Jadi yang Terakhir

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Senin, 21 September 2026 | 18:41 WIB
Muazin Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Syekh Ibrahim Al Madani (Istimewa)
Muazin Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Syekh Ibrahim Al Madani (Istimewa)

INFINITNEWS.ID - Innalillahi. Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim bin Adel Al Madani, meninggal dunia pada Senin (21/9). Sebelum meninggal, dia sempat mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram.

Azan Subuh tersebut menjadi azan terakhir Syekh Ibrahim dari Masjidil Haram. Rekamannya dibagikan akun Inside the Haramain beberapa jam sebelum kabar wafatnya beredar.

Baca Juga: Baleg DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Dibawa ke Rapat Paripurna untuk Disahkan Jadi UU

Media Saudi melaporkan Syekh Ibrahim meninggal dunia dalam usia sekitar 51 tahun. Salat jenazah dijadwalkan digelar setelah salat Asar di Masjidil Haram. Jenazahnya kemudian akan dimakamkan di Al Mualla Cemetery, Makkah.

Syekh Ibrahim lahir di Madinah pada 1976. Dia tumbuh dalam keluarga religius dan banyak dipengaruhi sang kakek yang merupakan penghafal Al-Qur'an.

Kecintaannya terhadap azan sudah muncul sejak remaja. Pada usia 15 tahun, Syekh Ibrahim mulai mengumandangkan azan di sebuah masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.

Dia kemudian menjadi muazin bersama tiga tetangganya secara bergantian. Aktivitas tersebut dijalani sampai menyelesaikan kuliah. Setelah itu, dia sempat berhenti mengumandangkan azan karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.

Pada 1428 H atau sekitar 2007-2008, Syekh Ibrahim kembali mendapat kesempatan menjadi muazin di Masjid Al-Maddah. Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke Masjidil Haram.

Syekh Ibrahim resmi diangkat menjadi muazin Masjidil Haram pada 1439 H atau sekitar 2017-2018. Dia merupakan salah satu dari 24 muazin utama yang bertugas secara bergantian di masjid tersebut.

Baca Juga: Pramono Hadiri U20 Mayors Summit 2026 di New York, Jakarta Perkuat Kerja Sama Antarkota Dunia

Syekh Ibrahim dikenal dengan azan Subuh dan lantunan takbirnya. Dia juga menjalankan tugas tabligh, yakni meneruskan takbir imam kepada jemaah dari ruang muazin Masjidil Haram.

Lahir dan besar di Madinah membuat gaya azan Syekh Ibrahim banyak dipengaruhi tradisi Madinah. Namun, dia juga mengenal gaya azan Makkah sejak kecil ketika berkunjung ke kota tersebut bersama ayahnya.

Dalam perjalanan itu, Syekh Ibrahim bertemu Syekh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram yang merupakan sahabat kakeknya.

Perjalanan tersebut mempertemukan dua tradisi azan yang kemudian menjadi bagian dari karakter suara Syekh Ibrahim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini