Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan asing. Dalam pernyataan mengenai Selat Hormuz, ia mengatakan jalur tersebut dapat dibuka kembali secara penuh apabila Amerika Serikat mengakhiri blokade dan agresinya terhadap Iran.
Sementara itu, seorang pejabat senior parlemen Iran menyebut perundingan dengan Washington saat ini "sia-sia" selama syarat Iran belum dipenuhi.
Bagi pelaku pasar energi dan otoritas maritim internasional, rangkaian insiden di Hormuz dalam beberapa hari terakhir menambah ketidakpastian terhadap keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Setelah tujuh bulan perang, pertanyaan mengenai siapa yang berada di balik serangan dan sejauh mana konflik akan mengganggu jalur energi global masih belum terjawab.