• Minggu, 20 September 2026

Prabowo: BRICS Wadah Menyatukan Suara Negara Berkembang dan Membentuk Masa Depan

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Senin, 14 September 2026 | 15:02 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di BRICS 2026 (Setkab)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di BRICS 2026 (Setkab)

INFINITNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan BRICS memiliki peran strategis sebagai wadah untuk menyatukan dan memperkuat suara negara-negara berkembang atau Global South dalam ikut menentukan arah masa depan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026, forum yang mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk membahas arah kerja sama ke depan.

“BRICS dapat menyatukan suara negara-negara Global South dan memperkuatnya ketika kita bersama-sama membentuk masa depan,” kata Presiden Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9).

Baca Juga: Puan Minta Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Prabowo menggambarkan masa depan yang perlu dibangun bersama sebagai sebuah tatanan ketika ketangguhan suatu negara mampu melindungi pembangunan, sementara inovasi dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Kerja sama antarnegara, menurut Presiden Prabowo, juga harus menghasilkan manfaat konkret, bukan hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas.

“Masa depan di mana ketangguhan mampu melindungi pembangunan, inovasi membuka lebih banyak peluang, kerja sama menghasilkan manfaat yang nyata, dan keberlanjutan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

Prabowo juga berbicara tentang Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. Dia menyebutkan bahwa komitmen Indonesia terhadap agenda pembangunan tersebut tetap harus dijalankan, bahkan perjuangan negara berkembang tidak boleh berhenti ketika memasuki tahun 2030.

“Komitmen tersebut tetap harus kita pegang. Bahkan, upaya ini harus terus kita lanjutkan setelah 2030,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Jakarta Pusat Job Connect 2026 Digelar 15-16 September, Simak Lokasi dan Cara Pendaftaran

Menurut Presiden, Agenda 2030 sejak awal bukan semata-mata ditujukan untuk mengejar batas waktu pencapaian target pembangunan. Lebih dari itu, agenda tersebut harus menjadi instrumen untuk mendorong negara-negara berkembang memperoleh posisi yang lebih setara dalam sistem global.

“Agenda ini pada dasarnya bertujuan membawa negara-negara berkembang lebih dekat ke posisi yang memang menjadi hak mereka, menghadirkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat, serta memberikan peran yang lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia,” kata Prabowo.

Prabowo berpandangan, negara-negara Global South harus dilibatkan dalam pembicaraan mengenai arah pembangunan dunia setelah 2030. Menurutnya, suara negara berkembang bukan hanya diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam merancang agenda global berikutnya.

“Karena itu, sangatlah masuk akal jika suara Global South harus didengar, bukan hanya dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah pembangunan setelahnya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Minggu, 20 September 2026 | 14:29 WIB

94 Korban Gempa Bumi NTT Meninggal Dunia di Pengungsian

Kamis, 17 September 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Akui Pramono Gubernur Hebat meski Beda Partai

Rabu, 16 September 2026 | 16:33 WIB