INFINITNEWS.ID - Peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju dalam Pemilihan Presiden 2029 dinilai masih terbuka lebar.
Pengamat politik Nurul Fatta menilai, meski elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat itu belum berada di posisi teratas, AHY masih punya modal popularitas yang bisa terus dikembangkan.
“Tapi soal AHY maju di Pilpres 2029 bukan hal yang tidak mungkin. AHY masih masuk radar top of mind berdasarkan sejumlah survei. Meski posisinya di urutan keempat hingga kelima,” kata Nurul Fatta, Jumat (11/9).
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Ipda Yayat, Dalami Dugaan Aliran Uang dari Kontraktor Proyek di Bekasi
Menurut Fatta, elektabilitas AHY masih bisa didongkrak secara bertahap. Salah satu caranya dengan menjaga konsistensi komunikasi politik dan memastikan AHY tetap aktif muncul di ruang publik.
Ia menilai, pidato atau pernyataan yang menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga perhatian publik terhadap AHY.
“Soal elektabilitas itu kan bisa diusahakan step by step. Posisi ini berpeluang ditingkatkan bertahap melalui strategi komunikasi yang konsisten, seperti pidato-pidato yang mengandung kritik,” ujarnya.
Fatta mengatakan, menjaga eksistensi di ruang publik menjadi pekerjaan penting bagi AHY dan Partai Demokrat dalam mempersiapkan diri menuju Pilpres 2029.
Baca Juga: Mengenal JessC, Musisi Sekaligus Terapis Musik yang Makin Dekat dengan Fans Indonesia
Menurut dia, langkah tersebut tidak cukup hanya dengan menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto atau mendukung kebijakan pemerintah.
“Menjaga ritme eksposur publik dan komunikasi ke semua poros itu penting dilakukan. Tantangan utama Demokrat bukan sekadar menjaga komunikasi dengan Prabowo dan mendukung kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Karena itu, Demokrat perlu memastikan nama AHY dan partai tetap muncul dalam percakapan publik. Di saat yang sama, komunikasi dengan berbagai poros kekuasaan yang berpengaruh terhadap peta politik 2029 juga perlu terus dijaga.
“Tapi juga menjaga agar nama AHY dan partai tidak pernah absen dari ruang publik, sekaligus merawat komunikasi seimbang dengan seluruh poros kekuasaan yang relevan bagi peta politik 2029,” pungkas Nurul.
Artikel Terkait
FTA Dukung RUU Dwikewarganegaraan, tapi Wanti-wanti Jangan Jadi “Hadiah Politik”
Kuasa Hukum Gus Alex Minta Hakim Panggil Jokowi sebagai Saksi ke Sidang Kuota Haji
Nelamayu dan Upaya Menghidupkan Kembali Tradisi Badabida lewat Ketan Hitam Sigi
Ivan Mamut Resmi Bergabung dengan Persija, Siap Berikan Kontribusi di Lini Depan
Mau Buka Usaha tapi Modal Tipis? Coba 7 Ide Kreatif Ini