• Selasa, 22 September 2026

Ultrajaya Gelar Rights Issue Rp16,9 T untuk Akuisisi Frisian Flag

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Sabtu, 19 September 2026 | 21:21 WIB
Produk Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk)
Produk Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk)

INFINITNEWS.ID - PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan aksi korporasi jumbo senilai sekitar Rp 16,9 triliun. Dana tersebut disiapkan untuk mendukung rencana pengambilalihan 100 persen saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI).

ULTJ akan menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham baru melalui rights issue dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham.

Baca Juga: Berlibur ke Jakarta? Ini 5 Pilihan Oleh-Oleh Menarik yang Bisa Dibawa Pulang untuk Keluarga

Dari hasil aksi tersebut, sekitar 86,01 persen dana setelah biaya akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham FFI dengan nilai transaksi sekitar Rp 14,6 triliun.

Akuisisi tidak dilakukan dengan pembayaran tunai langsung. ULTJ menggunakan skema inbreng atau penyetoran saham.

Dalam skema itu, hak untuk mengambil saham baru ULTJ dialihkan kepada pemegang saham FFI, yakni FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

Ketiga pemegang saham tersebut kemudian menyetorkan saham FFI yang mereka miliki kepada ULTJ. Setelah transaksi rampung, seluruh saham FFI akan berada di bawah ULTJ.

Aksi ini juga membuat struktur pemegang saham ULTJ berubah. FrieslandCampina diproyeksikan menjadi pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95 persen-30,81 persen.

Setelah menjadi pengendali, FrieslandCampina akan melakukan penawaran tender wajib kepada pemegang saham minoritas sesuai aturan pasar modal.

Baca Juga: Ratusan Hotel dan Vila Dijual di Bali, Pariwisata di Bawah Menpar Widiyanti Putri Wardhana Autopilot?

Keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi pemegang saham signifikan ULTJ. Sabana Prawira Widjaja juga tetap direncanakan sebagai Presiden Direktur.

Manajemen ULTJ menyebut akuisisi FFI diharapkan memperluas portofolio produk, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat distribusi dan operasional. Produk kedua perusahaan dinilai memiliki portofolio yang saling melengkapi.

Namun, aksi korporasi tersebut juga berdampak bagi pemegang saham publik. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue akan menghadapi risiko dilusi. Berdasarkan rencana perseroan, potensi dilusi mencapai sekitar 43,11 persen.

Rencana transaksi belum final. ULTJ masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

APBN Defisit Rp 240,1 Triliun hingga Agustus 2026

Jumat, 18 September 2026 | 12:44 WIB