• Selasa, 22 September 2026

APPI Desak I.League Tak Izinkan PSBS Biak Ikut Championship, Ada Utang Rp 2,29 Miliar ke Pemain

Photo Author
Fadillah Azrah, infinitnews.id
- Kamis, 10 September 2026 | 20:04 WIB
Logo PSBS Biak (Istimewa)
Logo PSBS Biak (Istimewa)

INFINITNEWS.ID - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) keberatan PSBS Biak tetap tampil di Championship 2026/2027. APPI menyebut klub tersebut masih memiliki kewajiban kepada pemain senilai total Rp2,29 miliar berdasarkan sejumlah putusan NDRC Indonesia.

APPI telah mengirim surat keberatan kepada I.League. Mereka meminta keikutsertaan PSBS Biak dipertimbangkan kembali sampai kewajiban terhadap para pemain dibereskan.

"APPI menyoroti secara serius kelalaian berulang yang dilakukan oleh klub PSBS Biak yang mengabaikan Putusan DRC FIFA dan Putusan NDRC Indonesia," demikian pernyataan APPI, Kamis (10/9)

Baca Juga: Ivan Mamut Resmi Bergabung dengan Persija, Siap Berikan Kontribusi di Lini Depan

Berdasarkan data APPI, ada 18 putusan NDRC Indonesia untuk musim 2025/2026 dengan total kewajiban Rp2.048.026.114 yang disebut belum diselesaikan.

Kemudian, terdapat enam putusan NDRC Indonesia untuk musim 2024/2025 dengan total kewajiban Rp247.332.667.

Jika digabung, kewajiban PSBS Biak berdasarkan putusan NDRC Indonesia mencapai Rp2.295.358.781. Nilai itu belum termasuk kewajiban berdasarkan perkara atau putusan DRC FIFA.

APPI juga mengungkap catatan registration ban PSBS Biak. Berdasarkan data di situs Registration Ban FIFA yang disebut APPI, terdapat 14 registration ban yang tercatat sejak Oktober 2025 sampai September 2026.

Bagi APPI, catatan tersebut memperlihatkan persoalan PSBS Biak dengan kewajiban terhadap pemain bukan hanya terjadi sekali. Mereka khawatir persoalan serupa berulang ketika kompetisi Championship 2026/2027 berjalan.

Baca Juga: Motivasi dari Prabowo Perkuat Tekad Atlet Lompat Galah untuk Cetak Rekor Nasional dan Emas di Asian Games 2026

APPI menilai masalah ini tidak bisa dianggap sekadar urusan kontrak antara klub dan pemain. Ada persoalan kepastian hukum, perlindungan hak pemain, profesionalisme kompetisi, hingga fair play.

Meski begitu, APPI tidak mempersoalkan hak PSBS Biak untuk mengikuti kompetisi selama memenuhi persyaratan. Namun, menurut mereka, hak tersebut harus dibarengi kewajiban membayar hak pemain dan menjalankan putusan lembaga penyelesaian sengketa.

APPI kemudian meminta I.League dan PSSI lebih tegas dalam proses verifikasi dan registrasi peserta kompetisi. Mereka mendorong klub yang masih memiliki tunggakan gaji kepada pemain tidak diikutsertakan sebelum kewajiban tersebut diselesaikan.

APPI mengatakan tetap mendukung peningkatan standar kompetisi yang dilakukan I.League dan PSSI. Namun, mereka menegaskan kompetisi profesional juga harus memberikan kepastian perlindungan bagi pemain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fadillah Azrah

Tags

Artikel Terkait

Terkini