• Senin, 21 September 2026

Pramono Targetkan Penataan Kabel Udara Jakarta Tuntas dalam 5 Tahun

Photo Author
Fadillah Azrah, infinitnews.id
- Kamis, 10 September 2026 | 19:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) (Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9) (Pemprov DKI Jakarta)

INFINITNEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel utilitas yang masih berada di udara dapat diturunkan ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan. Penataan tersebut dilakukan secara bertahap melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Pramono menyampaikan target itu saat meninjau pembangunan SJUT di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9). Menurut dia, penataan kabel menjadi bagian dari upaya mengubah wajah Jakarta agar lebih rapi, aman, dan nyaman.

Baca Juga: Deretan Kampus Top Jakarta yang Punya Pengaruh Besar Bikin Kebijakan Negara

Pramono mengatakan Pemprov DKI kini memiliki landasan hukum untuk mempercepat penataan jaringan utilitas melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025.

"Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah," kata Pramono.

"Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan," lanjutnya.

Pembangunan SJUT sendiri terus berjalan. Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat jaringan SJUT yang telah terbangun mencapai 41,7 kilometer. Sejumlah ruas prioritas, termasuk Jalan Dr. Supomo, ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Untuk mempercepat penataan, Pemprov DKI membuka ruang kolaborasi dengan BUMD dan sektor swasta. Pemerintah menerapkan program 5M, yakni menggunakan SJUT, melakukan relokasi secara mandiri, mengikat kabel udara, memotong kabel yang sudah tidak berfungsi, serta meninggikan kabel yang menjuntai.

"Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga," ujar Pramono.

Baca Juga: Ivan Mamut Resmi Bergabung dengan Persija, Siap Berikan Kontribusi di Lini Depan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pembangunan SJUT tetap memperhitungkan kondisi lalu lintas. Rekayasa lalu lintas dan sosialisasi kepada pengguna jalan dilakukan bersama Dinas Perhubungan selama pekerjaan berlangsung.

Pemprov DKI juga mendorong pemilik jaringan utilitas ikut melakukan penataan. Di kawasan yang belum terjangkau SJUT, pemilik utilitas dapat melakukan relokasi secara mandiri sehingga proses penataan tidak harus menunggu pembangunan jaringan baru.

Penataan jaringan juga mulai menyasar kabel listrik. PT PLN (Persero) tengah menyiapkan desain dan menguji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum menerapkan saluran kabel tanah tegangan rendah (SKTR) secara lebih luas.

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan uji coba diperlukan untuk memastikan sistem tersebut memenuhi standar keselamatan dan tetap menjaga keandalan layanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fadillah Azrah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027

Senin, 14 September 2026 | 16:02 WIB