INFINITNEWS.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027. Saat ini, proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan target itu saat melakukan peninjauan lapangan atau site visit di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Senin (14/9).
Baca Juga: Jakarta Pusat Job Connect 2026 Digelar 15-16 September, Simak Lokasi dan Cara Pendaftaran
Pramono mengatakan, rencana pembangunan jalan tembus tersebut telah digagas sejak masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Kajian pembangunan dilakukan pada 2013–2014, tetapi proses pembebasan lahan berjalan bertahap dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
“Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan,” kata Pramono.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, proyek tersebut membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi.
Sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, terdiri atas 59 bidang pada 2025 dan enam bidang pada 2026. Selain itu, terdapat delapan bidang yang sedang dalam proses alih status aset.
Dengan demikian, lahan yang telah tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari kebutuhan.
“Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian,” ujar Pramono.
Dari jumlah tersebut, 26 bidang masih dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang lainnya masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga.
Jalan yang dibangun nantinya memiliki lebar 18–23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, keberadaan jalan tersebut juga akan menghilangkan perlintasan sebidang di Simpang Volvo.
“Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api,” kata Heru.
Artikel Terkait
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Pramono Tekankan Sport Tourism
Pusaka Padjajaran Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Dorong Generasi Muda Berkarakter
5 WNA Ditangkap Imigrasi Tangerang, Diduga Palsukan Dokumen Izin Tinggal dan Terlibat Jaringan Judi Online
Rizky Ridho Usai Persija Kalahkan Persib: Perjalanan Masih Panjang