INFINITNEWS.ID - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) keberatan PSBS Biak tetap tampil di Championship 2026/2027. APPI menyebut klub tersebut masih memiliki kewajiban kepada pemain senilai total Rp2,29 miliar berdasarkan sejumlah putusan NDRC Indonesia.
APPI telah mengirim surat keberatan kepada I.League. Mereka meminta keikutsertaan PSBS Biak dipertimbangkan kembali sampai kewajiban terhadap para pemain dibereskan.
"APPI menyoroti secara serius kelalaian berulang yang dilakukan oleh klub PSBS Biak yang mengabaikan Putusan DRC FIFA dan Putusan NDRC Indonesia," demikian pernyataan APPI, Kamis (10/9)
Baca Juga: Ivan Mamut Resmi Bergabung dengan Persija, Siap Berikan Kontribusi di Lini Depan
Berdasarkan data APPI, ada 18 putusan NDRC Indonesia untuk musim 2025/2026 dengan total kewajiban Rp2.048.026.114 yang disebut belum diselesaikan.
Kemudian, terdapat enam putusan NDRC Indonesia untuk musim 2024/2025 dengan total kewajiban Rp247.332.667.
Jika digabung, kewajiban PSBS Biak berdasarkan putusan NDRC Indonesia mencapai Rp2.295.358.781. Nilai itu belum termasuk kewajiban berdasarkan perkara atau putusan DRC FIFA.
APPI juga mengungkap catatan registration ban PSBS Biak. Berdasarkan data di situs Registration Ban FIFA yang disebut APPI, terdapat 14 registration ban yang tercatat sejak Oktober 2025 sampai September 2026.
Bagi APPI, catatan tersebut memperlihatkan persoalan PSBS Biak dengan kewajiban terhadap pemain bukan hanya terjadi sekali. Mereka khawatir persoalan serupa berulang ketika kompetisi Championship 2026/2027 berjalan.
APPI menilai masalah ini tidak bisa dianggap sekadar urusan kontrak antara klub dan pemain. Ada persoalan kepastian hukum, perlindungan hak pemain, profesionalisme kompetisi, hingga fair play.
Meski begitu, APPI tidak mempersoalkan hak PSBS Biak untuk mengikuti kompetisi selama memenuhi persyaratan. Namun, menurut mereka, hak tersebut harus dibarengi kewajiban membayar hak pemain dan menjalankan putusan lembaga penyelesaian sengketa.
APPI kemudian meminta I.League dan PSSI lebih tegas dalam proses verifikasi dan registrasi peserta kompetisi. Mereka mendorong klub yang masih memiliki tunggakan gaji kepada pemain tidak diikutsertakan sebelum kewajiban tersebut diselesaikan.
APPI mengatakan tetap mendukung peningkatan standar kompetisi yang dilakukan I.League dan PSSI. Namun, mereka menegaskan kompetisi profesional juga harus memberikan kepastian perlindungan bagi pemain.
Artikel Terkait
Mau Buka Usaha tapi Modal Tipis? Coba 7 Ide Kreatif Ini
Volume Pengiriman KALOG Express Agustus 2026 Melonjak 30 Persen, Ditopang Sepeda Motor
Deretan Kampus Top Jakarta yang Punya Pengaruh Besar Bikin Kebijakan Negara
Pramono Targetkan Penataan Kabel Udara Jakarta Tuntas dalam 5 Tahun
Mau Punya Mobil Pertama di Usia 30 Tahun? Ini Tips Kumpulkan DP Tanpa Bikin Kantong Bolong