INFINITNEWS.ID - Perkembangan artificial intelligence (AI) membuat pelajar semakin mudah mendapatkan informasi sekaligus memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko ketika teknologi digunakan tanpa kemampuan memilah informasi.
Hal inilah yang menjadi perhatian Polresta Cilacap. Polisi membekali siswa SMA Negeri 1 Kroya dengan edukasi mengenai AI, termasuk manfaat, risiko, hingga cara mengenali informasi palsu dan hoaks di ruang digital.
Baca Juga: Kemendagri Bentuk Tim Khusus Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Target 8 Persen
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar Kamis (10/9) mulai pukul 07.30 WIB. Para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan AI, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan secara positif dan bertanggung jawab.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengatakan kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan sikap kritis.
“AI bisa menjadi sarana yang sangat membantu untuk belajar dan mencari informasi. Namun, jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita lupa untuk berpikir kritis. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum dipercaya atau dibagikan,” kata Yovan di Cilacap, Jumat (11/9).
Menurut Yovan, kemampuan memeriksa informasi menjadi penting karena perkembangan teknologi membuat informasi dapat diterima dan disebarkan dengan sangat cepat. Pelajar pun perlu memiliki kebiasaan untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang mereka temukan di internet.
Baca Juga: DPR Desak Polisi Tetapkan Abah Setu sebagai Tersangka Dugaan Hina Nabi Muhammad SAW
Kabag SDM Polresta Cilacap Kompol Huda Syafi’i mengatakan edukasi tersebut diharapkan membentuk kebiasaan siswa dalam menggunakan AI secara lebih hati-hati.
“Kami ingin setelah kegiatan ini para siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan AI, berani mempertanyakan informasi yang diragukan, dan tidak terburu-buru membagikan sesuatu sebelum memastikan kebenarannya,” ucap Huda.
Selama kegiatan, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai manfaat sekaligus risiko penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diajak melihat bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan potensi.
Materi tersebut diperkuat melalui pemaparan trainer yang telah mendapatkan sertifikasi AI dari Senopaty Institute. Para pelajar dikenalkan pada AI bukan sekadar sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan, melainkan teknologi yang tetap membutuhkan kontrol dan penilaian manusia.
Edukasi itu turut didukung PT Etos Kreatif Indonesia melalui Etawalin. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong pelajar memanfaatkan AI sebagai sarana belajar dan mencari informasi, sekaligus memahami aspek etika, keamanan, serta pentingnya menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Direktur HCM & Support Service PT Etos Kreatif Indonesia Achmad Subarkah mengatakan pemahaman tentang AI perlu diberikan sejak bangku sekolah.