• Selasa, 22 September 2026

DPR Minta Gunung Anak Krakatau Tetap Dipantau meski Intensitas Erupsi Turun

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Jumat, 11 September 2026 | 08:31 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus (Istimewa)
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus (Istimewa)

INFINITNEWS.ID - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menurun. Meski demikian, aktivitas gunung api tersebut tetap perlu dipantau karena kemungkinan terjadinya erupsi masih ada.

Lasarus mengaku mendapat informasi dari Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak erupsi Gunung Anak Krakatau telah terlewati.

"Iya erupsinya menurun kan sekarang intensitasnya, tetap dilakukan pemantauannya, tetapi yang jelas kan intensitasnya menurun," kata Lasarus saat dihubungi, Jumat (11/9).

Baca Juga: Peluang Partai Demokrat pada Pemilu 2029 dan Strategi AHY Naikkan Elektabilitas

"Kalau menurut info Badan Geologi dengan BMKG sih erupsi puncaknya sudah lewat katanya, berarti sekarang tinggal erupsi-erupsi kecil saja," sambungnya.

Menurut Lasarus, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara konstan. Karena itu, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya letusan dengan energi lebih besar.

"Memang masih konstan, dan kalau bicara tetap diawasi ya harus tetap diawasi. Kita enggak bisa duga apakah nanti akan ada keluar letusan besar lagi atau enggak," ujarnya.

Ia mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau saat ini telah menurun dibandingkan ketika terjadi erupsi hebat sebelumnya.

"Kalau lihat dari aktivitas kegempaannya, informasinya menurun, enggak sekencang waktu letusan hebatnya kemarin," kata Lasarus.

Baca Juga: Volume Pengiriman KALOG Express Agustus 2026 Melonjak 30 Persen, Ditopang Sepeda Motor

Lasarus juga meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi dari lembaga yang berwenang. Ia mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang belum jelas sumbernya.

"Intinya masyarakat dengar petunjuk dari badan-badan terkait, BMKG, Badan Geologi, seterusnya yang berwenang untuk itu. Jadi masyarakat dengar informasi dari badan-badan itu saja, jangan dengar isu dan lain sebagainya," tuturnya.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Selasa (8/9). Erupsi yang terjadi berdurasi singkat, hanya beberapa detik.

Pada Kamis (10/9) pagi, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dengan durasi 17 detik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Siapkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB