Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut kemungkinan erupsi masih ada karena Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif. Namun, waktu terjadinya erupsi tidak dapat dipastikan.
PVMBG menyatakan data kegempaan telah menurun signifikan sehingga erupsi yang terjadi diperkirakan berenergi rendah, seperti karakter normal Gunung Anak Krakatau sebelum erupsi menerus selama 25 jam pada 4-6 September.
Abu vulkanik dari erupsi saat ini juga disebut hanya sedikit dan jatuh di sekitar kawasan gunung.
Artikel Terkait
Ivan Mamut Resmi Bergabung dengan Persija, Siap Berikan Kontribusi di Lini Depan
Mau Buka Usaha tapi Modal Tipis? Coba 7 Ide Kreatif Ini
Volume Pengiriman KALOG Express Agustus 2026 Melonjak 30 Persen, Ditopang Sepeda Motor
Deretan Kampus Top Jakarta yang Punya Pengaruh Besar Bikin Kebijakan Negara
Pramono Targetkan Penataan Kabel Udara Jakarta Tuntas dalam 5 Tahun