INFINITNEWS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9) pagi. Magnitudo gempa yang sebelumnya dilaporkan M 5,9 diperbarui menjadi M 6,5.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa terjadi pada pukul 04.23.55 WIB dengan kedalaman 368 kilometer.
Baca Juga: Daryono Jelaskan Fenomena Gempa Deep Focus di Laut Jawa dan Pola Guncangannya
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,5 pada kedalaman 368 km," kata Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu.
Berdasarkan pembaruan BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu.
Meski berkekuatan M 6,5, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kesimpulan itu berdasarkan hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto.
Baca Juga: Perjalanan Commuter Line Kembali Normal Pascagempa M 5,9
Getaran gempa dirasakan di wilayah yang cukup luas, mulai dari Pariaman, Sumatera Barat, hingga Malang, Jawa Timur.
BMKG mencatat intensitas III MMI di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.
Sementara itu, getaran II-III MMI dirasakan di sejumlah daerah, antara lain Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.