INFINITNEWS.ID - Proyek Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, merupakan salah satu program strategis pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Proyek di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang sebagai percontohan nasional untuk penerapan budi daya udang secara modern, terpadu, dan ramah lingkungan.
Menjadi salah satu kawasan budi daya udang terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 100 hektare, BUBK Kebumen menerapkan teknologi presisi guna meningkatkan produktivitas udang, menekan risiko gagal panen, serta menyerap tenaga kerja lokal terdidik.
Baca Juga: LRT Jakarta Fase 1B Kelapa Gading-Manggarai Mulai Uji Coba, Operasional Penuh Masih Tunggu Evaluasi
Keberhasilan operasional di kawasan ini tak lepas dari peran para teknisi budidaya di lapangan. Salah satunya Faiz Alfarizi. Lulusan Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta ini setiap pagi bertanggung jawab memantau kondisi kolam budi daya, mulai dari tahap persiapan, pengawasan kualitas air, kecukupan pakan, hingga memonitor kesehatan udang agar terhindar dari penyakit.
"Keseharian saya itu memantau kolam. Kalau sudah ada udangnya, kita memonitor kualitas air, kesehatan udang, kemudian juga pakan," kata Faiz.
Salah satu rutinitas penting yang dia lakukan adalah siphon, yaitu proses membersihkan sisa pakan dan kotoran di dasar kolam agar lingkungan budi daya udang tetap terjaga. Pengawasan ketat ini menjadi krusial mengingat produk udang BUBK Kebumen ditargetkan memenuhi standar kualifikasi pasar ekspor.
"Sehingga, kita harus menjaga betul kualitasnya, (agar) terhindar dari virus ataupun hal-hal lain yang tidak memungkinkan," jelas Faiz.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah faktor cuaca. Cuaca berdampak langsung pada kondisi air kolam. Melalui pembinaan dan pelatihan yang diterima sebelum bertugas, Faiz dan tim teknisi telah dibekali penanganan khusus untuk menyesuaikan perlakuan kolam saat musim hujan maupun musim panas.
"Cuaca berpengaruh langsung terhadap kualitas air. Musim hujan (dan) musim panas itu perlakuannya berbeda," ujarnya.
Baca Juga: Kemendagri Bentuk Tim Khusus Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Target 8 Persen
Pekerjaan sebagai teknisi budi daya di tanah kelahiran menjadi titik temu antara latar belakang pendidikan Faiz dengan kebutuhan industri perikanan saat ini. Kehadiran BUBK Kebumen terbukti membawa dampak ganda: menjaga kualitas komoditas ekspor udang sekaligus memberikan kemandirian finansial bagi putra daerah.
"Selesai kuliah, kebetulan ada lowongan kerja di sini, alhamdulillah diterima. Dampak positifnya, selain dekat dengan orang tua, saya sudah memiliki penghasilan sendiri, mandiri, dan bisa membantu keluarga," tutur Faiz.
Ia pun berharap BUBK Kebumen dan sektor perikanan Indonesia terus berkembang secara inovatif hingga menjadi percontohan di tingkat global. Tak lupa, ia menyampaikan apresiasinya atas ruang berkarya yang telah disediakan oleh pemerintah.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Perikanan atas hadirnya BUBK ini. (Proyek ini) menjadi sumber penghasilan bagi kami para pekerja di daerah. Harapannya ke depan semakin maju, inovatif, dan bisa menjadi percontohan di dunia," kata Faiz.
Artikel Terkait
Peluang Partai Demokrat pada Pemilu 2029 dan Strategi AHY Naikkan Elektabilitas
Mengenal JessC, Musisi Sekaligus Terapis Musik yang Makin Dekat dengan Fans Indonesia
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu di neobank, Bisa lewat ATM dan Indomaret
DPR Minta Gunung Anak Krakatau Tetap Dipantau meski Intensitas Erupsi Turun
KPK Geledah Rumah Ipda Yayat, Dalami Dugaan Aliran Uang dari Kontraktor Proyek di Bekasi