INFINITNEWS.ID - Sebanyak 352 siswa SD di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Para siswa sempat dilarikan ke sejumlah puskesmas karena mengalami muntah-muntah hingga pusing.
Sebagian besar siswa yang mendapatkan perawatan disebut sudah pulih dan diperbolehkan pulang. Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG Lombok Tengah masih mengecek kondisi siswa yang dirawat.
Baca Juga: BUBK Kebumen Panen 254,5 Ton Udang Ekspor, Buka Lapangan Kerja untuk 645 Warga Lokal
Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan jumlah 352 orang merupakan data korban yang terdeteksi hingga saat ini. Dia bersama jajaran masih bergerak memastikan penanganan para siswa.
"Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman, Jumat (11/9).
Firman mengatakan sejumlah puskesmas menjadi lokasi perawatan korban. Di antaranya Puskesmas Bagu, Pringgarata, Aik Darek, dan Mantang.
"Saya sedang bergerak ke Puskesmas Bagu dan Puskesmas Pringgarata untuk memastikan penanganan dari anak-anak kita ini, nanti saya ke Aik Darek dan Mantang juga," ujarnya.
Dia belum dapat memastikan penyebab para siswa mengalami keluhan tersebut. Menurut Firman, Satgas dan petugas Badan Gizi Nasional (BGN) masih fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.
"Jadi kami belum bisa laporkan lebih banyak. Sebagian besar sudah pulang, ini saya mau pastikan dulu berapa yang masih tersisa dan memastikan penanganan dulu," tegasnya.
Baca Juga: LRT Jakarta Fase 1B Kelapa Gading-Manggarai Mulai Uji Coba, Operasional Penuh Masih Tunggu Evaluasi
Firman juga belum memastikan tindakan yang akan diberikan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan tersebut.
Satgas, kata dia, belum membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab kejadian dan menentukan kemungkinan sanksi.
"Iya kita fokus ke penanganan korban dulu. Untuk soal investigasi dan lain-lain nanti ada sesi tersendiri ya," pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan siswa SD di sejumlah sekolah di Kecamatan Batukliang dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG pada Jumat (11/9) siang.