• Selasa, 22 September 2026

Presiden Prabowo: Demokrasi Boleh Beda Warna, tapi Jangan Sampai Putus Persahabatan

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Kamis, 10 September 2026 | 13:27 WIB
Prabowo pada momen puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dihelat di GBK Arena, Jakarta, Rabu (9/9). (Setkab)
Prabowo pada momen puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dihelat di GBK Arena, Jakarta, Rabu (9/9). (Setkab)

INFINITNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan persahabatan dalam menjalankan demokrasi, meski terdapat perbedaan pandangan, persaingan, maupun kritik.

Hal itu disampaikan Prabowo pada momen puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dihelat di GBK Arena, Jakarta, Rabu (9/9).

Baca Juga: Siapkan Penerbitan Obligasi Rp 500 Miliar pada Kuartal IV 2026, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pendanaan

Prabowo mengatakan bahwa demokrasi itu memberikan ruang bagi setiap pihak untuk memiliki warna dan pandangan yang berbeda. Persaingan, kritik, saran, hingga rekomendasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

“Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna. Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi. Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” tegas Prabowo.

Di momen HUT ke-25 Partai Demokrat, Prabowo juga menilai sikap saling menghormati di tengah perbedaan menjadi hal penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak semestinya menghilangkan kerukunan dan persahabatan. “Ini yang harus kita pegang,” ucapnya.

Prabowo juga menyinggung perjalanan politik Partai Demokrat dan dirinya yang pernah mengalami kemenangan maupun kekalahan dalam kontestasi politik. Prabowo sangat mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang tetap menjaga demokrasi ketika berada di luar pemerintahan.

“Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo.

Baca Juga: Motivasi dari Prabowo Perkuat Tekad Atlet Lompat Galah untuk Cetak Rekor Nasional dan Emas di Asian Games 2026

Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya yang beberapa kali belum mendapat mandat rakyat sebelum akhirnya memenangkan Pemilihan Presiden.

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” tuturnya.

Bagi Prabowo, perjalanan tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan lapang. Prabowo menegaskan bahwa setiap pihak dapat terus bersaing dan menyampaikan kritik, namun tetap menjaga persatuan sebagai satu bangsa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Demokrat pada era Pemilu tahun 2019 dan 2024. Prabowo menyebut dukungan tersebut menunjukkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia.

“Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” ujar Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Siapkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB