• Selasa, 22 September 2026

Pembuatan Rekening Massal Dinilai Rawan Disalahgunakan untuk Judi Online

Photo Author
Andika Pratama, infinitnews.id
- Minggu, 13 September 2026 | 16:18 WIB
Ilustrasi rekening (Bank Sinarmas)
Ilustrasi rekening (Bank Sinarmas)

INFINITNEWS.ID - Pemerintah berencana membuatkan rekening bank bagi masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening. Setiap rekening akan mendapat saldo awal Rp 50.000 melalui BRI dan BSI.

Rencana tersebut mendapat catatan dari Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. Dia meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan itu secara teliti.

Baca Juga: 5 WNA Ditangkap Imigrasi Tangerang, Diduga Palsukan Dokumen Izin Tinggal dan Terlibat Jaringan Judi Online

Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan inklusivitas dan literasi keuangan serta memudahkan penyaluran bantuan sosial. Pemerintah disebut menyiapkan dana Rp11 triliun.

"Dari perspektif perlindungan konsumen, ada beberapa catatan kritis terkait kebijakan ini," kata Tulus, Minggu (13/9).

Pertama, Tulus menyoroti potensi saldo Rp50.000 habis untuk biaya administrasi bank. Menurut dia, bank bisa memotong biaya pembuatan rekening dan biaya administrasi bulanan.

"Dana sebesar Rp50.000 praktis akan habis termakan oleh biaya administrasi bank," ujarnya.

Dia meminta pemerintah membuat aturan agar saldo awal tersebut tidak dikenai biaya administrasi. Dengan begitu, uang yang diberikan bisa benar-benar digunakan oleh masyarakat.

Kedua, rekening yang dibuat secara massal berpotensi menjadi dormant atau rekening tidur. Tulus menilai tidak semua rekening akan digunakan untuk menerima bansos. Selain itu, pembukaan rekening belum tentu membuat masyarakat langsung terbiasa menabung.

Baca Juga: Bitcoin Sempat Tembus US.000 lalu Koreksi, Golden Cross Jadi Sinyal Apa?

Ketiga, rekening dormant dikhawatirkan disalahgunakan untuk transaksi judi online. Tulus mengingatkan pemerintah sebelumnya justru berencana memblokir rekening tidak aktif karena dinilai berpotensi digunakan pemain judi online.

"Karena berpotensi menjadi rekening dormant, buntutnya rekening tersebut justru bisa disalahgunakan oleh praktik judi online," kata dia.

Keempat, Tulus menilai pembuatan rekening melalui dua bank saja berpotensi mengganggu persaingan usaha. Kebijakan tersebut dinilai dapat membuat bank lain tidak berkembang karena seluruh pembukaan rekening terpusat pada BRI dan BSI.

"Dari sisi bisnis dan investasi, pembuatan rekening secara masal hanya pada dua bank saja juga menjadi kebijakan yang tidak adil," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Andika Pratama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Siapkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB