INFINITNEWS.ID - BNPB mengungkap ada 94 pengungsi gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia selama berada di pengungsian. Mereka disebut bukan meninggal akibat trauma fisik langsung dari gempa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal langsung akibat gempa tercatat 48 orang. Sementara 94 orang lainnya meninggal di pengungsian.
“Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” kata Berton dalam konferensi pers daring pada Selasa (15/9), dikutip dari kanal YouTube BNPB, Kamis (17/9).
Baca Juga: Prabowo Klaim Tutup 328 BUMN, Bidik Penghematan Rp 100 Triliun
BNPB kemudian melakukan verifikasi dan validasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tujuh kabupaten terdampak gempa.
Hasil verifikasi memastikan 94 korban tersebut tidak meninggal akibat tertimpa bangunan atau mengalami trauma fisik langsung ketika gempa terjadi.
Berton mengatakan sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia. Mereka meninggal karena komplikasi penyakit kronis yang telah diderita sebelumnya.
“Data dari tim medis menunjukkan sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes melitus,” ujar Berton dalam unggahan BNPB di Instagram, Kamis (17/9).
Dia mengatakan penanganan medis telah dilakukan secara maksimal melalui fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu yang tersedia di wilayah terdampak.
Baca Juga: AI Makin Canggih, Manusia Makin Terancam: Apa yang Terjadi Jika Teknologi Lepas Kendali?
BNPB juga memastikan pelayanan dasar dan layanan kesehatan bagi para penyintas tetap berjalan.
Sejak hari pertama setelah gempa, BNPB mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan terus dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
“Bantuan medis, obat-obatan, termasuk peralatan lain yang dibutuhkan terus bergerak menjangkau pengungsi, baik terpusat maupun mandiri,” kata Berton.
BNPB menyatakan penanganan terhadap masyarakat terdampak terus dilakukan, termasuk pemenuhan kebutuhan medis, obat-obatan, logistik, dan pelayanan dasar.
Artikel Terkait
4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Kasus Kematian Serda Ahmad
Bukan Lagi AI vs Manusia, tapi AI Lab vs AI Lab: Siapa yang Menentukan Batas Kecepatan Teknologi?
Momen Seskab Teddy Usir Direktur Jakpro dan LRT dari Gerbong saat Peresmian LRT Jakarta
IM57+ Dorong KPK Jerat Korporasi dalam Kasus Suap HGB Bogor
PSI Dorong Pembahasan Parliamentary Threshold 5 Persen Secara Transparan, Tak Hanya Kesepakatan Elite