INFINITNEWS.ID — Pembekalan bela negara terhadap pelajar yang sebelumnya diamankan dalam rangkaian demonstrasi menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Ia menilai kegiatan tersebut perlu dilihat secara proporsional, terutama dari tujuan, bentuk pembinaan, serta pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Menurut Dave, keterlibatan unsur maupun fasilitas pertahanan dalam kegiatan bela negara bukan persoalan sepanjang program tersebut benar-benar ditujukan untuk membangun kesadaran kebangsaan dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan Literasi AI agar Tak Mudah Terjebak Hoaks
“Bela negara itu bukan sekadar soal kedisiplinan. Ada nilai tanggung jawab, kesadaran kebangsaan, dan kecintaan kepada negara yang ingin dibangun. Jadi, sepanjang kegiatannya memang berupa pembinaan bela negara dan dilaksanakan sesuai aturan, saya melihat itu masih berada dalam koridor yang tepat,” ujar Dave kepada infinitnews.id, Jumat (10/9).
Namun, Dave mengingatkan bahwa latar belakang peserta tidak bisa dilepaskan dari konteks kegiatan. Para pelajar tersebut sebelumnya diamankan dalam rangkaian aksi demonstrasi. Karena itu, pendekatan pembinaan perlu dirancang secara hati-hati agar tidak muncul kesan bahwa pembekalan bela negara merupakan bentuk hukuman atas tindakan mereka dalam menyampaikan aspirasi.
“Jangan sampai pembinaan bela negara dipersepsikan sebagai hukuman karena mereka menyampaikan pendapat. Kalau ada persoalan hukum, tentu penanganannya harus melalui mekanisme hukum. Pembinaan kebangsaan harus ditempatkan sebagai sesuatu yang berbeda,” katanya.
Dave juga menyoroti keterlibatan unsur TNI. Ia menegaskan bahwa setiap keterlibatan institusi pertahanan harus tetap berada dalam batas tugas dan kewenangan yang telah ditentukan.
“Kalau ada keterlibatan TNI, tentu harus sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Ini penting supaya tidak muncul kesan adanya perluasan peran militer ke ruang sipil,” ujar Dave.
Baca Juga: Kemendagri Bentuk Tim Khusus Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Target 8 Persen
Di sisi lain, Dave menilai pembinaan bela negara tetap relevan bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan ruang digital. Namun, menurut dia, kecintaan terhadap negara harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap hukum, konstitusi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.
“Anak muda tentu punya hak untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi kebebasan itu juga harus disertai tanggung jawab. Bela negara seharusnya membuat mereka semakin memahami negara, hukum, dan konstitusi, bukan merasa sedang dihukum,” tuturnya.
Dave menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan menempatkan persoalan tersebut dalam kerangka kewenangan DPR di bidang pertahanan. Ia berharap pembinaan bela negara tetap menjadi sarana yang konstruktif untuk membangun karakter generasi muda.
“Tujuannya harus jelas, membangun karakter dan kesadaran kebangsaan. Jangan sampai program yang seharusnya mendekatkan generasi muda dengan negara justru menimbulkan persepsi sebaliknya,” kata Dave.