INFINITNEWS.ID - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kembali melontarkan kritik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, Jerry menyoroti pernyataan Jokowi yang mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Jerry menilai Jokowi seperti menepuk dulang dan terkena percikan sendiri. Dia meminta Jokowi mengingat kembali berbagai persoalan yang terjadi selama 10 tahun memimpin Indonesia.
“Jokowi adalah manusia paling munafik sedunia. Sok mengkritik pemerintahan Prabowo, tapi dia lupa background-nya selama 10 tahun menjabat,” kata Jerry kepada awak media, Kamis (10/9).
Baca Juga: Apple Luncurkan Ponsel Lipat lewat iPhone Duo, Segini Harganya
Jerry menyinggung persoalan pembebasan lahan yang menurutnya belum tuntas di sejumlah proyek infrastruktur era Jokowi.
Salah satunya Tol Semarang-Demak. Jerry mengatakan sempat ada protes dari warga karena pembayaran ganti rugi tanah belum cair ketika proyek tersebut diresmikan.
Dia juga menyinggung lahan untuk proyek LRT yang menurutnya masih menyisakan persoalan pembayaran. Hal serupa disebut terjadi dalam pembangunan jalur Kereta Api Sulawesi Selatan, di mana sebagian pemilik lahan dilaporkan belum menerima pembayaran secara penuh.
“Bahkan, menjelang akhir masa jabatan Jokowi, sejumlah persoalan pembebasan lahan dan ganti rugi warga di kawasan IKN, Kalimantan Timur, dilaporkan masih menyisakan masalah,” ujar Jerry.
Tak hanya infrastruktur, Jerry menyoroti harga kebutuhan pokok dan energi. Dia menyebut harga beras pada awal 2024 sempat mencapai Rp18.000 per kilogram.
Jerry juga mengungkit kelangkaan minyak goreng pada awal 2022. Saat itu, menurut dia, harga minyak goreng premium sempat berada di kisaran Rp25.700 per liter. Harga minyak goreng curah juga disebut sempat menembus Rp19.000-Rp21.000 per kilogram atau liter sebelum pemerintah melakukan intervensi.
Jerry kemudian membandingkannya dengan kondisi pada era Presiden Soeharto. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode Orde Baru rata-rata berada di kisaran 6-7 persen per tahun.
Dia juga menyebut harga sejumlah kebutuhan pokok dan bahan bakar pada masa itu jauh lebih murah.
Namun, Jerry juga menilai pemerintahan Jokowi meninggalkan beban utang sekitar Rp8.500 triliun kepada pemerintahan Prabowo.