INFINITNEWS.ID - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan menuju Distrik Muliama. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengutuk keras penembakan tersebut.
Habiburokhman menyebut penyerangan terhadap warga sipil dan pelayan publik merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut.
Baca Juga: Pramono Ajak The Jakmania Jaga Sportivitas Jelang Persija Vs Persib di GBK
"Tindakan penyerangan bersenjata terhadap warga sipil dan pelayan publik ini merupakan kejahatan biadab yang sama sekali tidak dapat ditoleransi," ujar Habiburokhman di Jakarta, Sabtu (12/9).
Menurut dia, Komisi III DPR mendukung langkah Polri dan TNI untuk bertindak cepat, tegas, dan terukur sesuai ketentuan hukum. Para pelaku diminta segera ditangkap dan diproses melalui jalur hukum.
"Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas peristiwa ini, memburu para pelaku hingga ke akarnya, dan menyeret mereka ke hadapan peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Habiburokhman.
Ia menilai negara tidak boleh kalah menghadapi kekerasan bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan.
Habiburokhman juga meminta aparat meningkatkan jaminan keamanan di wilayah yang dinilai rawan. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat dan petugas pemerintah dapat menjalankan aktivitas serta pembangunan tanpa rasa takut.
"Kami meminta aparat meningkatkan jaminan keamanan di wilayah rawan agar para petugas pemerintah dan masyarakat dapat beraktivitas serta menjalankan pembangunan tanpa rasa takut," tegasnya.
Baca Juga: 352 Siswa SD di Lombok Tengah Keracunan setelah Santap MBG
Penembakan terjadi di jalanan Distrik Muliama pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat itu, rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tengah menuju lokasi kegiatan cetak sawah.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani mengatakan rombongan tersebut berjumlah 11 orang dan bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan.
Saat perjalanan, rombongan ditembaki. Tiga pegawai terkena tembakan dan meninggal dunia. Ketiganya berinisial WB (24), AR (49), dan AAM (35).
"Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga," ujar Faizal.
Artikel Terkait
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu di neobank, Bisa lewat ATM dan Indomaret
Kemendagri Bentuk Tim Khusus Kawal Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Target 8 Persen
Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan Literasi AI agar Tak Mudah Terjebak Hoaks
LRT Jakarta Fase 1B Kelapa Gading-Manggarai Mulai Uji Coba, Operasional Penuh Masih Tunggu Evaluasi
Dave Laksono: Jangan Sampai Bela Negara Jadi Dalih Perluasan Peran Militer ke Ruang Sipil