• Selasa, 22 September 2026

PTPP Mulai Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Nilai Kontrak Rp 145,3 Miliar

Photo Author
Fadillah Azrah, infinitnews.id
- Selasa, 15 September 2026 | 15:04 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu (13/9). (PT PP)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu (13/9). (PT PP)

INFINITNEWS.ID - PT PP (Persero) Tbk memulai Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Groundbreaking Museum Majapahit yang dilaksanakan pada Minggu (13/9).

Pembangunan museum ditujukan sebagai wadah konservasi dan pelestarian sejarah Majapahit. Fasilitas tersebut juga akan menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya di kawasan Trowulan.

Baca Juga: Awas Tagihan Membengkak! Ini 6 Cara Bijak Kelola Kartu Kredit Biar Gak Buntung

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari program revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Menurutnya, desain museum yang terpilih melalui proses sayembara diharapkan tidak hanya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga memperhatikan aspek environmentally friendly serta menyatu dengan alam.

“Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar. Ini mungkin kepada Pak Novel PTPP yang akan melaksanakan ini,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Adapun, proyek pembangunan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 145,30 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan masa pelaksanaan selama 114 Hari Kerja.

Baca Juga: Waka Komisi III DPR Minta Polri-KNKT Selidiki Penyebab KM Virgo Transport 8 Tenggelam, Hukum Jika Ada Kelalaian

Dalam pelaksanaannya, PTPP memperhatikan karakter kawasan Trowulan sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.

Sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan, PTPP juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Museum Majapahit. Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan dimanfaatkan kembali (reuse), antara lain untuk penyiraman tanaman.

Museum juga akan dilengkapi sistem solar panel yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan, sehingga dapat mendukung efisiensi penggunaan listrik.

Baca Juga: Purbaya Diganti Suahasil, Jakarta Bond Pramono Berpeluang “Ngepot”

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa PTPP berkomitmen menerjemahkan arahan pemerintah tersebut melalui pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan nilai sejarah sekaligus prinsip keberlanjutan.

“Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia. PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan, sehingga museum ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi budaya,” ujar Joko Raharjo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fadillah Azrah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri Siapkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB