Dalam beberapa bulan terakhir, Demokrat mulai menunjukkan upaya konsolidasi menuju 2029. AHY meminta kader memperkuat organisasi dan bekerja lebih dekat dengan masyarakat. Di sejumlah daerah, Musda partai juga diarahkan menjadi momentum konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029.
Baca Juga: FTA Dukung RUU Dwikewarganegaraan, tapi Wanti-wanti Jangan Jadi “Hadiah Politik”
Bahkan pada 2025, AHY sudah menyebut periode setelah Demokrat kembali masuk pemerintahan sebagai fase kebangkitan baru partai. Demokrat juga mulai menyiapkan strategi menghadapi Pileg dan Pilpres 2029.
Ini menunjukkan satu hal: Demokrat sadar bahwa hasil 2024 belum cukup.
Pemerintahan Prabowo bisa menjadi keuntungan sekaligus jebakan
Keputusan Demokrat bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran juga akan menjadi faktor penting.
Secara politik, berada di pemerintahan memberi Demokrat panggung. AHY sendiri memegang posisi menteri koordinator. Kader Demokrat juga berada di sejumlah posisi pemerintahan.
Jika pemerintahan Prabowo berhasil menjaga ekonomi, meningkatkan daya beli dan menghasilkan program yang dirasakan masyarakat, Demokrat berpeluang memperoleh efek positif.
Tetapi ada sisi sebaliknya, Demokrat harus berhati-hati agar tidak kehilangan identitas sebagai partai. Jika publik melihat Demokrat hanya sebagai bagian dari pemerintahan tanpa agenda politik yang khas, partai bisa kesulitan membedakan dirinya dari partai-partai pendukung Prabowo lainnya.
Ini menjadi semakin penting karena kompetisi 2029 kemungkinan tidak hanya soal siapa yang paling dekat dengan pemerintah, tetapi juga siapa yang mampu menawarkan alternatif politik yang dianggap masuk akal.
Pernyataan AHY pada ulang tahun ke-25 Demokrat tentang kekuasaan yang memiliki batas waktu bahkan sudah memunculkan tafsir politik menuju 2029. Demokrat sendiri membantah bahwa pernyataan itu merupakan manuver Pilpres 2029.
Namun secara politik, munculnya tafsir tersebut menunjukkan bahwa posisi AHY dan Demokrat mulai diperhatikan sebagai bagian dari peta menuju 2029.
Target realistis: naik dulu, bukan langsung kembali seperti 2009
Ada kecenderungan untuk membandingkan Demokrat sekarang dengan Demokrat 2009. Padahal situasinya sudah sangat berbeda.
Target paling realistis bagi Demokrat pada 2029 adalah menembus kembali papan atas, bukan langsung mengulang perolehan 21,7 juta suara.