politik

Peluang Partai Demokrat pada Pemilu 2029 dan Strategi AHY Naikkan Elektabilitas

Kamis, 10 September 2026 | 22:04 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (Istimewa)

Salah satu sinyal positif datang dari Jawa Timur. Survei ARCI yang dipaparkan pada September 2026 mencatat elektabilitas Demokrat di provinsi tersebut mencapai 12,5 persen pada Agustus 2026, naik dari 7,1 persen pada awal Juli 2025. Peneliti ARCI menyebut perubahan kepengurusan, kerja kader, serta efek elektoral AHY dan Emil Dardak sebagai sejumlah faktor penguat.

Secara nasional, survei IPO pada Juli-Agustus 2026 juga menempatkan Demokrat di posisi empat besar dengan elektabilitas 8,1 persen. Angka ini tentu bukan hasil pemilu dan masih sangat mungkin berubah, tetapi setidaknya memberikan indikasi bahwa Demokrat memiliki ruang untuk tumbuh.

Kunci Demokrat ada di akar rumput

Masalah terbesar Demokrat bukan sekadar popularitas AHY. Persoalan yang lebih mendasar adalah apakah partai mampu membangun mesin politik yang bekerja di luar momentum pemilu.

Demokrat sendiri mulai menekankan pentingnya kader hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan ekonomi, daya beli, lapangan pekerjaan, dan memberikan solusi.

Jika pendekatan ini konsisten dilakukan sampai tingkat daerah, Demokrat punya peluang memperbesar basis suara.

Sebaliknya, jika aktivitas partai kembali ramai hanya menjelang pemilu, kenaikan elektabilitas bisa menjadi sementara.

Pada akhirnya, perjalanan Demokrat menuju 2029 sangat bergantung pada tiga hal: kinerja kader di pemerintahan, kemampuan AHY membangun citra politiknya sendiri, dan kekuatan mesin partai di daerah.

Demokrat punya sejarah pernah menjadi partai terbesar. Mereka juga memiliki jaringan nasional dan figur AHY-SBY sebagai modal politik. Tetapi sejarah tidak otomatis menghasilkan suara.

Pemilu 2029 akan menjadi ujian apakah Demokrat mampu mengubah warisan SBY menjadi kekuatan baru di bawah AHY.

Proyeksi paling masuk akal saat ini: Demokrat berpeluang naik dari posisi ketujuh pada 2024 dan kembali masuk kelompok empat besar, tetapi untuk mendekati capaian 2009 masih membutuhkan lompatan elektoral yang jauh lebih besar.

Dengan kata lain, 2029 bukan sekadar soal apakah Demokrat bisa menang, melainkan apakah mereka berhasil membuktikan bahwa partai ini bisa tumbuh tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bayang-bayang SBY.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Jadikan Kekuasaan Seperti Mainan Pribadi

Jumat, 18 September 2026 | 11:35 WIB

Achmad Hidayat Dipecat PDIP Usai Bertamu ke Rumah Jokowi

Senin, 14 September 2026 | 12:31 WIB