INFINITNEWS.ID - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf menanggapi usulan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mendorong kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7 persen.
Dede mengatakan Demokrat tidak hanya melihat besaran persentase ambang batas parlemen.
Baca Juga: 3 Menteri Ini Layak Dicopot dari Kabinet Merah Putih Jelang 2 Tahun Rezim Prabowo-Gibran
Menurut dia, hal yang perlu diperhitungkan adalah jumlah suara pemilih yang berpotensi tidak terkonversi menjadi kursi DPR apabila sistem hanya menggunakan PT.
"Kalau Demokrat sedang mengkaji, bukan soal persennya. Tapi soal berapa banyak suara rakyat yang nanti hangus kalau konsepnya hanya PT persen. Sebab kemarin 4 persen saja yang hangus sampai 17 juta suara. Pernah juga 2,5 persen (Pemilu 2009) malah hangus 19 juta suara," kata Dede dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/9).
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Demokrat mengusulkan konsep "Dapil Nasional" atau national pool dalam pemilu anggota DPR RI.
Melalui konsep itu, sisa suara dari partai politik yang telah memenuhi ambang batas parlemen dapat dikumpulkan. Sisa suara tersebut kemudian dikonversi menjadi kursi tambahan di DPR.
Dede mengatakan mekanisme tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah suara pemilih yang tidak terakomodasi dalam pembagian kursi parlemen.
"Itu sebabnya Demokrat sejak awal sudah mengusulkan konsep 'Dapil Nasional' (national pool). Di mana sisa suara rakyat dari partai-partai yang lolos threshold nanti akan dikonversi menjadi dapil nasional sehingga tidak ada suara rakyat yang terbuang. Dulu pernah dilakukan model stembus accord," ujarnya.
Dede menyebut konsep penggabungan sisa suara atau stembus accord pernah digunakan dalam Pemilu 1999. Demokrat, kata dia, masih mengkaji formula yang tepat untuk diterapkan.
"Lagi digodok dulu, ada sistem ini di Selandia Baru dan Jerman juga," katanya.
Baca Juga: Legislator Dukung Prabowo Wujudkan Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi Negeri
Sementara itu, Surya Paloh menyatakan NasDem konsisten mengusulkan PT sebesar 7 persen. Menurut Paloh, jumlah partai yang lebih sedikit di parlemen dapat mempermudah tata kelola demokrasi.
Paloh juga mengatakan NasDem siap menghadapi konsekuensi jika ambang batas 7 persen membuat partainya tidak lolos ke parlemen.