INFINITNEWS.ID - Pengamat Kebijakan Publik Agustinus Edy Kristianto mengkritik gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memilih dan mengangkat pejabat publik.
Ia menilai, sejumlah keputusan pengangkatan pejabat selama pemerintahan Prabowo terkesan terlalu dipengaruhi pertimbangan personal.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Dijadwalkan Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC Malam Ini
Menurut Edy, pola tersebut membuat kekuasaan berpotensi diperlakukan secara personal oleh pemegang kekuasaan.
"Prabowo, seperti memiliki mainan ini, terus dia seolah-olah menentukan siapa yang boleh main sama dia. Ketika nanti sudah bosan atau apa dia singkirkan, dia ganti. Dia buat kekuasaan seperti personal," kata Edy, Jumat (18/9).
Edy menilai, pengangkatan sejumlah pejabat publik pada pemerintahan Prabowo tidak selalu terlihat didasarkan pada standar meritokrasi, rekam jejak, serta alasan yang disampaikan secara transparan.
Ia mencontohkan pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Menurut Edy, Purbaya pernah mengungkap bahwa dirinya diperkenalkan kepada Prabowo melalui ekonom Aviliani.
Edy mengaitkan pengangkatan Purbaya dengan kesan positif yang muncul setelah Prabowo mendengar pemaparan Purbaya dalam sebuah acara.
"Contoh, Pak Purbaya sendiri yang mengaku itu lewat Bu Aviliani di berita. Mungkin Pak Prabowo jatuh cinta ketika dia ngomong di sarasehan itu dengan data yang iseng-iseng saja. Tapi ternyata beliau terkesan dan Purbaya jadi menteri," ujarnya.
Baca Juga: PKS Sebut Ambang Batas Parlemen 5 Persen Masuk Akal, Usul 2 Cara Tampung Suara Terbuang
Sebagai contoh lain, Edy menyinggung pengangkatan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengaitkannya dengan pengalaman Dadan membantu menyembuhkan pohon cemara udang milik Prabowo.
Menurut Edy, pengalaman tersebut membuat Prabowo terkesan terhadap Dadan hingga kemudian mengangkatnya sebagai Kepala BGN.
"Rasa suka Prabowo tersebut akhirnya berujung pada pengangkatan Dadan sebagai Kepala BGN," kata Edy.
Edy menilai pola seperti itu membuka ruang bagi orang-orang di sekitar presiden untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan.