Ia mengatakan pemilihan pejabat semestinya didasarkan pada pertimbangan yang lebih terukur, termasuk kompetensi dan rekam jejak.
"Kalau kita inginnya pemilihan pejabat secara rasional berdasarkan standar meritokrasi, berdasarkan rekam jejak, ada alasan yang disampaikan secara transparan dan akuntabel," ujarnya.
Menurut Edy, keputusan berbasis pertimbangan personal berpotensi memengaruhi profesionalitas pemerintahan. Ia berharap pengambilan kebijakan lebih mengutamakan data dan kebutuhan masyarakat.