Ia menegaskan tidak menggunakan atribut partai ketika bertemu Jokowi. Menurut dia, kunjungan itu sebatas silaturahmi dan dilakukan bersama sejumlah rekannya.
Achmad mengatakan dalam pertemuan tersebut Jokowi sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Megawati dan suatu saat akan bertemu.
Pascakunjungan itu, DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan Achmad kepada DPP. Ia kemudian dipanggil untuk menjalani sidang Komite Etik dan Disiplin pada 26 Agustus 2026.
Dalam sidang tersebut, Achmad juga ditanya mengenai isu rencana kepindahannya ke PSI. Namun, ia membantah kabar tersebut.
"Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Wong kita itu hanya silaturahmi biasa," ujarnya.
Setelah sidang etik, Achmad bersama sejumlah rekannya menyampaikan tiga poin sikap kader. Salah satunya meminta DPP PDIP mempertimbangkan rehabilitasi nama Jokowi sesuai AD/ART partai.
SK pemecatan yang ditetapkan 4 September itu kemudian diterima Achmad pada 9 September 2026.
Menanggapi keputusan tersebut, Achmad mengaku legawa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PDIP atas kesempatan yang diberikan selama menjadi kader.
Ia menyebut pernah ikut memenangkan Pilkada Surabaya yang mengantarkan Eri Cahyadi dan Armuji, serta Pilgub Jawa Timur.
"Kalau memang saat ini DPP partai melihat langkah saya itu abot (berat) ke urusan partainya, bukan urusan kebangsaannya, ya monggo. Nanti biar waktu yang menguji. Saya legawa dan berterima kasih sekali," katanya.
Artikel Terkait
Pusaka Padjajaran Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Dorong Generasi Muda Berkarakter
5 WNA Ditangkap Imigrasi Tangerang, Diduga Palsukan Dokumen Izin Tinggal dan Terlibat Jaringan Judi Online
Rizky Ridho Usai Persija Kalahkan Persib: Perjalanan Masih Panjang
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 103 Penumpang Dievakuasi dan 1 Orang Meninggal Dunia
Bareskrim Polri Diminta Periksa Jokowi Terkait Laporan Dugaan Makar Budi Arie